Sejak beroperasinya industri tambang tembaga pada tahun 1971 yang dioperasikan oleh PT Freeport Indonesia, keberadaan Kantor Imigrasi di area tambang tersebut sangat diperlukan karena dalam perkembangannya banyak tenaga kerja asing yang dilibatkan pada pengelolaan pertambangan tersebut, sehingga proses penyelesaian keimigrasiannya dapat dilakukan dengan cepat. Ketika itu antara tahun 1971 samapai dengan tahun 1973 pelaksanaan pengawasan dan penyelesaian pelayanan keimigrasian dilakukan di Amamapare (sekarang Pelabuhan Laut) sebagai Pos Imigrasi detasering dengan frekuensi 3 bulan sekali, yang mendatangkan beberapa Pejabat Imigrasi dari Jakarta di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Imigrasi. Baru pada Juli 1973 s/d Maret 1976 pengawasan tersebut dialihkan ke Kantor Imigrasi Biak yang masih sebagai Pos Imigrasi dengan detasering Pejabat dan Kanim-kanim di seluruh Irian Jaya.

Pada bulan Maret 1976 sampai dengan Desember 1982 Pos Imigrasi Amamapare statusnya diubah menjadi Kantor Resort Imigrasi Amamapare, di bawah pengawasan Kanwildim Irian Jaya, dan masih tetap detasering Pejabat Imigrasi. Kemudian Tahun 1982 s/d bulan September 1988 menjadi Kantor Imigrasi Tembagapura dengan status Kepala Kantor sebagai Pelaksana Harian dan belum ada pegawai dan pejabat yang definitif. Pada tanggal 5 Oktober 1988, Sesuai Surat keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor A 271.KP.04.10 Tahun 1988 tanggal 27 Juli 1988 dilantik Kepala Kantor Imigrasi definitif untuk pertama kali dengan pegawai dan Pejabat Imigrasi definitif pula, namun demikian secara resmi baru diresmikan pada tanggal 28 Juli 1997.

Kantor Imigrasi Tembagapura yang terletak kurang lebih 1950 meter di atas permukaan laut di daerah pegunungan pada area tambang PT Freeport Indonesia, sampai saat ini masih mempergunakan gedung pinjaman dari PT Freeport. Wilayah kerja kantor Imigrasi Tembagapura meliputi 2 (dua) kabupaten yaitu, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak Jaya. Jumlah penduduk dalam wilayah kerja Kantor Imigrasi Tembagapura ada sekitar 122.800 jiwa. Selain itu di dalam wilayah kerja Kantor imigrasi Tembaga terdapat 2 (dua) Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yaitu TPI Udara Bandara Mimika dan TPI Laut Pelabuhan Amamapare.

Meskipun wilayah kerja Kantor Imigrasi Tembagapura hanya meliputi 2 kabupaten, namun luas wilayah tersebut cukup luas dan dalam perkembangannya pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan dan pelayanan keimigrasian semakin dinamis. Terutama kegiatan tersebut banyak dalam pelayanan pemberian izin, tinggal dan perpanjangannya serta aktifitas di TPI. Lalu lintas di TPI Mimika dan Amamapare cukup signifikan karena sejalan dengan perkembangan kota Timika dan Tembagapura yang banyak dikunjungi oleh para ekspatriat dan berbagai kalangan dari dalam dan luar negeri.