Rapat dipimpin oleh Kepala Kantor Imigrasi Mimika, Jesaja Samuel Enock, Amd.Im., SH. dihadiri oleh Kadiv Keimigrasian Kanwil Papua, Novianto Sulastono dan Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kanwil Papua melalui virtual, dan dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pengendalian, Pelaksanaan, Penananam Modal dan Pengolahan Data Informasi Dinas Penanaman Modal & PTSP, Pengawas Ketenagakerjaan Disnaker Provinsi Papua, Kepala Cabang Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Mimika, Kasubsi Penindakan Kantor Bea Cukai Amamapare, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mimika, Kaur Binops Satuan Intelkam Polres Mimika, Bintara Tinggi Teknik Sandi (Batiniksan) Staf Intel Kodim/1710 Mimika.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Jesaja Samuel Enock dengan mengucap puji syukur dan menyampaikan bahwasanya kegiatan rapat ini dalam rangka pembahasan tindak lanjut hasil Operasi Gabungan di Kampung Potowaiburu Distrik Mimika Barat Jauh pada PT Mutiara Alas Khatulistiwa tanggal 22 Desember 2020. Dari hasil operasi diketahui terdapat 1 WNA Malaysia yang bekerja dan sudah diamankan di Ruang Detensi Kanim Mimika. Bahwa hasil lidik oleh Penyidik Kanim Mimika diketahui terkait pelanggaran keimigrasian yang dilakukan oleh yang bersangkutan dikenakan pasal 116 jo pasal 71 UU Nomor 6 Tahun 2011tentang Keimigrasian. Selain itu diketahui juga masih terdapat pelanggaran lain seperti pelanggaran terkait ketenagakerjaan. Kegiatan Operasi Gabungan ini menjadi bentuk sinergitas antar instansi terkait dalam rangka penegakan hukum sehingga dapat memberikan manfaat positif terhadap Kabupaten Mimika.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pendapat dan pandangan terhadap hasil operasi gabungan yang telah dilaksanakan.

• Kepala Bidang Pengendalian, Pelaksanaan, Penananam Modal dan Pengolahan Data Informasi Dinas Penanaman Modal & PTSP, Yohan Sena menyampaikan apresiasi atas kegiatan Operasi Gabungan yang telah dilakukan dan terkait hasil Operasi Gabungan bahwasanya PT Mutiara Alas Khatulistiwa sudah beroperasi sejak tahun 2017 namun belum pernah menyampaikan legalitas ijin yang dimiliki kepada Dinas Penanaman Modal & PTSP. Didalam aturan terkait penanaman modal bahwa Perusahaan wajib memberikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal per 3 bulan. Dinas Penanaman Modal & PTSP sudah mengirim surat kepada PT Mutiara Alas Khatulistiwa untuk meminta legalitas ijin namun sampai saat ini masih belum dikirimkan.

• Pengawas Ketenagakerjaan Disnaker Provinsi Papua, Sri Rahmi menyampaikan apresiasi atas kegiatan Operasi Gabungan yang telah dilakukan. Bahwa saat ini pihak Wasnaker baru mengetahui adanya PT Mutiara Alas Khatulistiwa, padahal syarat perusahaaan memiliki TKA yaitu wajib melapor ke Dinas Tenaga Kerja. Sistem online sekarang memudahkan perusahaan berinvestasi namun pengawasannya menjadi berkurang.Kedepan akan dilakukan pembinaan terhadap perusahaan dan komunikasi lebih intens dengan instansi terkait karena di wilayah Kab. Mimika masih banyak perusahaan selain PTFI dan sub kontraktornya.

• Kepala Cabang Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Mimika, Maryana menyampaikan bahwa PT Mutiara Alas Khatulistiwa dulunya merupakan PT Alas Tirta Kencana yang berkegiatan di Kapiraya sehingga saat ini berganti nama menjadi PT Mutiara Alas Khatulistiwa namun saat ini sudah berpindah lokasi. Pihak perusahaan dalam hal ini pimpinan perusahaan Mr. Ting kurang dapat bekerjasama walaupun telah diberikan teguran. Adanya sistem online self assesment saat ini menjadikan pengawasan kurang melekat terhadap kegiatan perusahaan, seperti pada kegiatan pengiriman kayu sekarang dokumennya di tandatangani sendiri oleh pihak perusahaan. Saat ini di Pronggo juga masih terdapat aktivitas perusahaan kayu yang diduga menggunakan TKA, mungkin kedepan dapat dilakukan koordinasi lebih lanjut.

• Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Papua, Novianto Sulastono menyampaikan apresiasi atas kegiatan Operasi Gabungan yang telah dilakukan dan mengingat jangka waktu pendetensian sudah cukup lama maka kepada yang bersangkutan perlu diambil tindakan kepastian hukum.

• Kasubsi Penindakan Kantor Bea Cukai Amamapare, Rusel Sibi menyampaikan apresiasi atas kegiatan Operasi Gabungan yang telah dilakukan dan kedepan perlu dilakukan pemantauan tentang pengiriman kayu yang dilakukan perusahaan tersebut atau barang impor yang masuk ke Potowaiburu.

• Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mimika, I Putu Sastra menyampaikan apresiasi atas kegiatan Operasi Gabungan yang telah dilakukan, dimana ini merupakan pintu masuk diketahuinya tindak pidana lainnya yang diawali temuan Tindak Pidana Keimigrasian bahwa dari penyampaian instansi terkait dapat diperoleh gambaran diduga masih adanya pelanggaran yang dilakukan perusahaan terkait Kepabeanan, Perpajakan, maupun Ketenagakerjaan. Beliau juga berharap terhadap perusahaan yang beroperasi di Mimika kedepan perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan yang lebih ketat sehingga dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat.

• Kaur Binops Satuan Intelkam Polres Mimika, I Ketut Sartika menyampaikan apresiasi atas kegiatan Operasi Gabungan yang telah dilakukan, bahwa dari pemaparan rekan-rekan instansi terkait masih banyak peraturan yang dilanggar dan perusahaan menghindar dari instansi yang berwenang. Data dari Polda Papua bahwa terkait isu jalur senjata dari Filipina dapat masuk di Sorong dan Nabire.

• Bintara Tinggi Teknik Sandi (Batiniksan) Staf Intel Kodim/1710 Mimika, Virdos Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kegiatan Operasi Gabungan yang telah dilakukan dan akan selalu mendukung kegiatan pengawasan orang asing oleh Imigrasi Mimika

• Acara ditutup oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika dan dilanjutkan dengan foto bersama.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.