Kantor Imigrasi kelas II Mimika akan melakukan pengawasan orang asing di Timika secara online. Aplikasi pelaporan orang asing (APOA) akan terintegrasi dengan hotel dan tempat penginapan yang ada di Timika. Aplikasi online ini dapat digunakan untuk melaporkan pergerakan orang asing di Timika.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Mimika-Timika, Jesaja Samuel Enock, SH mengatakan, sosialisasi keimigrasian perlu dilakukan untuk menginformasikan terkait izin tinggal dan pengawasan orang asing di Timika. Dalam hal ini menggunakan aplikasi pelaporan orang asing (APOA). Sistem ini menjadi pengawasan yang terintegrasi dengan sejumlah hotel dan tempat penginapan yang ada di Timika.

“Secara online bisa melakukan pelaporan pergerakan dan pengawasan orang asing. Program ini merupakan program tahunan dan merupakan target kerja keimigrasian,” kata Jesaja kepada wartawan di Kantor Imigrasi Kelas II Mimika Jalan. C. Heatubun, Selasa (20/3).

Menurutnya, di tahun ini penerapan aplikasi pelaporan maupun pelayanan imigrasi terkait ijin tinggal mengalami peningkatan dan pemanfaatannya baik untuk pengguna jasa keimigrasian serta perusahaan yang menjamin orang asing.

“Kegiatan ini terus mengalami peningkatan dari aspek partisipasi masyarakat terkait pengawasan orang asing. Hal ini merupakan kepentingan nasional sehingga membutuhkan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Di tahun 2018, yang terkait dengan pengawasan orang asing, kata Jesaja, akan terus mendorong pengawasan orang asing di Timika. Pada Triwulan pertama di tahun ini sudah membentuk sekretariat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) di 3 distrik. Di triwulan kedua nanti akan ditingkatkan ke wilayah barat Timika, seperti ke Proggo, Potayburuh, dan distrik dalam kota sendiri seperti distrik Iwaka dan Wania.

Tim pengawasan orang asing ini, lanjut Jesaja, akan mengarah kepada penegakan keimingrasian yang berkepastian hukum dan terukur karena keterlibatan masyarakat dan unsur pemerintah untuk penegarakan hukum yang baik.

Hal ini, menurutnya, akan dilakukan secara bertahap dan akan dimulai dari yang mudah dijangkau. Tindakan keimigrasian akan melakukan pendeportasian. Dalam hal ini perlu pengawasan rutin yang bersifat operasional dan gabungan dengan unsur-unsur terkait.

“Semua target itu akan dilakukan di tahun ini. Mulai dari penegakan hukum dan tindakan keimigrasian berupa pendeportasian,” ungkapnya.

Jesaja mengakui, di tahun ini juga kantor tembagapura akan berubah nama menjadi keimigrasian Mimika. Direncanakan pada bulan April. Perubahan nama itu sangat berarti terkait jangkuannya nanti.

“Di Tembagapura akan membentuk unit keimigrasian dalam skala kecil. Sedangkan dalam perubahan nama ini akan sangat berarti bagi keimigrasian ke depannya,” ujarnya

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here