Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Jesaja Samuel Enock disampingi tiga pejabat utama lainnya saat melaksanakan konferensi pers Capaian Kinerja Tahun 2018, di Aula Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Kamis, (27/12/2018).
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Jesaja Samuel Enock disampingi tiga pejabat utama lainnya saat melaksanakan konferensi pers Capaian Kinerja Tahun 2018, di Aula Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Kamis, (27/12/2018)

Timika – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Papua, mencatat pengurusan paspor sepanjang periode Januari hingga Desember 2018 mengalami peningkatan cukup tinggi. Dalam rentang waktu tersebut, Imigrasi setempat telah menerbitkan 2382 paspor keimigrasian bagi Warga Negara Indonesia (WNI), dan Orang Asing.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI
Mimika, Jesaja Samuel Enock mengatakan,  terkait dengan pelayanan
keimigrasian bagi WNl terjadi peningkatan penerbitan Paspor. Pada tahun
2018 diterbitkan sebanyak 2382. Jika dibanding tahun 2017 sebanyak 1973
atau terjadi peningkatan sebesar 20,7 persen.

“Terterjadinya peningkatan penerbitan paspor ini tentunya dipengaruhi beberapa faktor diantaranya, meningkatnya tingkat populasi penduduk di Kabupaten Mimika, meningkatnya perjalanan ibadah keagamaan, nanyaknya paket perjalanan murah ke luar negeri dan pendidikan dan kesehatan,” kata Enock saat melaksanakan konferensi pers capaian kinerja tahun 2018, di Aula Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Kamis, (27/12/2018).

Kemudian, lanjut Enock, terkait dengan
pelayanan keimigrasian bagi orang asing dalam rangka pemberian dan
perpanjangan izin tinggal berdasarkan visa dan izin tinggal yaitu, Izin
Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Tetap, dan Izin Tinggal Kunjungan.
Terjadi peningkatan pemberian dokumen izin tinggal yaitu pada izin
tinggal terbatas sebanyak 1.573 atau meningkat sebesar 18 persen
dibanding tahun 2017 yang hanya 1.333.

“Peningkatan tersebut merupakan
akumulasi dari izin tinggal yang baru diberikan, dan perpanjangan izin
tinggal dari yang sudah diberikan dengan rincian pemberian izin tinggal
yang baru 861, dan perpanjangan izin tinggal sebanyak 712. Untuk izin
Tinggal Tetap hanya dua orang warga Negara asing asal Amerika Serikat
dan Italia karena penyatuan keluarga istri mereka warga negara
Indonesia,” ungkap Enock.

Sementara untuk izin tinggal yang
sifatnya kunjungan mengalami penurunan hanya 71 orang dibanding tahun
2017 sebanyak 213 orang. Warga negara terbanyak yang diberikan izin
tinggal adalah, Australia 645, Amerika Serikat 221, Afrika Selatan 158,
Kanada 132, Filipina 102, Rata orang asing ini bekerja pada sektor
pertambangan PT.Freeport Indonesia dan subkontraktor.

“Adapun perlintasan di TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Laut Amamapare pada tahun 2018 sebanyak 4013 mengalami peningkatan 29,9 persen dibanding tahun 2017 yang sebanyak 3087,” Enock. (mel)

Sumber : harianpapuanews.com

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.