Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika mengikuti Rapat Koordinasi Intelijen Keimigrasian Wilayah Papua pada Senin, 16 November 2020 bertempat di Ballroom Krakatau 3 hotel Horison Kota Jayapura. Kegiatan diikuti oleh Kepala Kantor Imigrasi Mimika, Jesaja Samuel Enock, didampingi oleh Kasi Inteldakim, Kasubsi Intelijen dan Kasubsi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Mimika.

Rapat Koordinasi Intelijen Keimigrasian terselenggara atas kolaborasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika bersama Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Papua yang menghadirkan 3 (tiga) Narasumber Direktur Intelijen Keimigrasian R. P. Mulya, Kabinda Papua I Gusti Putu Danny, dan Direktur Intelkam Polda Papua Kombes Pol. Guntur Agung Supono S.IK., M.Si.
dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Papua Murdjito Sasto, Kadiv Keimigrasian Kanwil Papua Friece Sumolang, Kadiv Yankumham Kurniawan Telaumbanua, serta diikuti oleh Kabid Inteldakim Kanwil Papua, Kabid Perizinan dan Informasi Keimigrasian Kanwil Papua, Karudenim Jayapura, Kakanim dan Kasi Inteldakim seluruh Papua, para Kasubid divim papua serta Taruna Poltekim.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Kakanwil Kemenkumham Papua. Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi kepada Direktur Intelijen yang telah hadir di Papua dalam upaya penguatan Intelijen Keimigrasian di Lingkungan Kanwil Papua.

Kakanwil berharap, komunitas Intelijen Imigrasi Papua harus memiliki peran strategis agar Wilayah masing-masing aman dan kondusif. Terus lakukan koordinasi bersama intelijen Daerah mendeteksi dini ancaman yang datang dari luar Papua.

Pesan Kakanwil, agar peserta Rapat Koordinasi ke depan selalu membangun koordinasi, sinergitas di berbagai titik-titik kerawanan keberadaan kegiatan WNA dengan tetap mengacu pada tugas dan fungsi keimigrasian.

Sebelum pemberian materi, dilakukan pemukulan tifa sebagai tanda pembukaan kegiatan dan pemberian plakat cinderamata kepada para narasumber yang diserahkan oleh Kakanwil Kemenkumham Papua.

Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dan dilanjutkan dengan pemberian materi pertama oleh Kabinda Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya, S.E., tentang Peran, Tugas dan Fungsi Intelijen Keimigrasian dalam Perspektif Undang-undang No. 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Dalam paparannya Kabinda Papua menyampaikan bahwa dalam bidang intelijen, sebuah instansi tidak bisa berjalan sendiri. Sudah banyak instansi yang memiliki bidang intelijen. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antar instansi untuk mendapatkan informasi-informasi intelijen keimigrasian. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Rakor Intelijen. Beliau menjelaskan dasar hukum UU No.17 Thn 2011 tentang Intelijen Negara, Pasal 9 tentang BIN, pasal 6 tentang fungsi, pasal 1 tentang ancaman, pasal 28 ayat 2 tentang fungsi Koordinasi. Permenkumham No 30 thn 2016 tentang Intelijen Keimigrasian, pasal 2 tentang fungsi, pasal 3 ayat 2 tentang wewenang, pasal 3 tentang tugas. Masalah ancaman keimigrasian di papua seperti WNA yg masuk/menetap di Indonesia, kasus missionaries yg melakukan gerakan tambahan/penggalangan konstruktif, PLBN, Penerbangan missionaris asing/jasa transportasi penerbangan asing di papua, perusahaan asing, NGO. Deteksi dini, Intelijen penyampaian informasi harus cepat.

Beliau menegaskan bahwa dalam diri seorang intelijen harus ada makna dari KOMANDO yaitu :
– KEBERANIAN ciri utama, semboyan BERANI BENAR BERHASIL
– OLAH PIKIR, OLAH KATA, OLAH RASA & OLAH KERJA dilaksanakan dengan tidak seolah-olah, sesuai dengan data, fakta, realita dan semuanya harus dapat dipertanggungjawabkan.
– MAMPU mengatasi segala hambatan, tantangan dan rintangan.
– ANALISA TUGAS DAN ANALISA SASARAN, semua yg direncanakan harus aplikatif.
– NALURI harus dimiliki dan dipelihara
– DORONGAN utama untuk membela negara dan bangsa
– OPERASI adalah ujian dan kehormatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi dan pemaparan oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Drs. R. P. Mulya tentang Peran dan Fungsi Intelijen Keimigrasian dalam Menjaga Tegaknya Kedaulatan Negara Republik Indonesia. Dalam paparannya Direktur Intelijen menyampaikan bahwa catur fungsi keimigrasian harus dilaksanakan dengan seimbang. Tantangan bagi instansi di perbatasan yang dengan jumlah yang besar dan memiliki resiko yang besar dan membutuhkan respon yang cepat. Selain itu, Direktur Intelijen Keimigrasian mengingatkan tentang tugas dan fungsi Imigrasi yang sangat besar terkait keluar dan masuknya orang asing ke wilayah Indonesia. Oleh karena itu perlu dibukanya wawasan agar kita keluar dari zona nyaman dan diperlukan kolaborasi dengan instansi-instansi lain untuk mensukseskan tugas-tugas kita. Selanjutnya ada beberapa isu terkait maraknya keberadaan WNA yg masuk ke Negara Indonesia yang dikhawatirkan akan menimbulkan adanya masalah. Kemudian terkait adanya WNI yang bekerja di luar negeri dan menjadi korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) menjadi salah satu ancaman bagi ketahanan nasional. Kemudian, Direktur Intelijen juga mengingatkan tentang isu-isu aktual mengenai IPOLEKSOSBUDHANKAM di wilayah Papua. Diingatkan juga bahwa perlu melakukan pemberdayaan jaringan melalui jejaring yang ada di luar kita dan terus bersinergi. Direktur Intelijen berpesan untuk terus bekerja dengan bahagia, kerja keras maka sukses akan menanti.

Setelah jeda Ishoma, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Direktur Intelkam Polda Papua Kombespol Guntur Agung Supono S.I.K, M.si. yang dibawakan oleh AKP. Jan Viktor Makanuay mengenai Pelayanan dan Pengawasan Orang Asing di Wilayah Hukum Polda Papua. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan tentang teknis perizinan orang asing yang akan mencari/membuat Surat Keterangan Jalan atau Surat Tanda Melapor. Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa saat ini koordinasi antara imigrasi dan kepolisian khususnya Polda Papua dirasa masih kurang. Oleh karena itu, diharapkan ke depan ada peningkatan koordinasi, kerja sama, profesionalisme dan kinerja petugas dalam pengawasan orang asing. Selain itu, beliau juga berharap agar ke depan diadakan semacam operasi intelijen gabungan dan adanya pertukaran data/informasi antar instansi serta mengoptimalkan Tim Pora yang sudah dibentuk oleh pihak Imigrasi.

Kegiatan berakhir pada pukul 13.30 WIT, dan berjalan dengan baik dan lancar.

HUMAS KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI MIMIKA
WEB : mimika.imigrasi.go.id
IG & TWITTER : @imigrasi_mimika
FB : imigrasi mimika
Youtube : imigrasi mimika official
Whatsapp : 0811 4911 221

#KemenkumhamRI #DitjenImigrasi #ImigrasiJagaNegeri

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.