Direktorat Jenderal Imigrasi menggelar Workshop Verifikasi Dokumen Perjalanan RI, Strategi Wawancara, dan Etika Pelayanan di Medan (28/6). Workshop diikuti para petugas imigrasi yang bertugas di pelayanan penerbitan paspor.

Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie mengajak para peserta untuk terus bersemangat dalam melayani masyarakat. Semangat melayani merupakan pengejawantahan Nawa Cita yang dicetuskan Presiden Joko Widodo.

Hal ini untuk mengimbangi harapan masyarakat terhadap standar kualitas pelayanan publik yang cukup tinggi.

“Mari kita tingkatkan performa, sehingga dapat meningkatkan juga kepuasan masyarakat atas pelayanan keimigrasian,” pesannya.

Di sisi lain Dirjen Imigrasi mengatakan agar petugas tidak mengesampingkan prinsip kehati-hatian di lapangan. Tidak cukup hanya dengan syarat formil untuk mendapatkan dokumen perjalanan RI, namun petugas imigrasi juga harus memiliki ketelitian dan kemampuan untuk memverifikasi dokumen yang dilampirkan oleh pemohon paspor.

“Diperlukan pula teknik wawancara yang baik dan benar sehingga petugas dapat mengetahui maksud dan tujuan dari pemohon yang mengajukan dokumen perjalanan RI,” tambahnya.

Dalam pengarahannya, Dirjen Imigrasi juga menggelorakan semangat pencegahan dalam rangka perlindungan WNI yang akan bepergian ke luar negeri.
“Sejak 2017 saya telah memulai kebijakan ini dalam rangka melindungi warga kita agar tidak menjadi TKI Nonprosedural,” jelasnya.

Hingga Juni 2018, Ditjen Imigrasi telah berhasil menunda 3.210 permohonan paspor dari pemohon yang diduga akan bekerja sebagai TKI Nonprosedural. Selain itu juga berhasil menunda keberangkatan 205 penumpang yang diduga akan bekerja sebagai TKI Nonprosedural.

Workshop diikuti 80 petugas Imigrasi dari Kantor Imigrasi di Pulau Sumatra dan juga dihadiri Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Cucu Koswala, Kakanwil Kemenkumham Sumatra Utara Priyadi dan Kepala Kantor Imigrasi se Sumatra Utara.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here