PRESS REALEASE P21 PENYIDIKAN TERHADAP 2 (DUA) ORANG WN. MYANMAR YANG TIDAK MEMILIKI DOKUMEN PERJALANAN ATAU IZIN TINGGAL YANG SAH DAN MASIH BERLAKU

(Timika, 04 Desember 2017), Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura telah menyelesaikan penyidikan Tindak Pidana Keimigrasian terhadap 2 (dua) orang warga negara asing Myanmar. adapun kronologi kasus ini berawal pada tanggal 01 April 2017 Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura mendapat informasi perihal warga negara Myanmar tanpa memiliki dokumen yang tertangkap oleh satgas TNI di area pendulangan tradisional yang kemudian diserahkan kepada Polres Mimika dan dengan koordinasi bersama Imigrasi dilimpahkan kepada Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura. Untuk itu Kasi Wasdakim bersama petugas Imigrasi melakukan pemeriksaan awal mengenai status kewarganegaraan tersebut dan kemudian meminta konfirmasi ke Kedutaan Negara Myanmar di Jakarta.

Setelah mendapat respon dari kedutaan Myanmar terkait status kewarganegaraannya maka seksi wasdakim Imigrasi Tembagapura melakukan gelar perkara yang dipimpin langsung oleh Kepala kantor Imigrasi kelas II Tembagapura Jesaja Samuel Enock, Amd.Im., S.H., dimana hasil dari gelar perkara ini diputuskan untuk dilanjutkan keproses  penyidikan dengan dikeluarkan Surat perintah penyidikan (SPRINTDIK) dan surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada tanggal 20 September 2017 dengan dugaan Tindak Pidana Keimigrasian Pasal 119 ayat (1) jo pasal 8 UU RI No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman hukuman maksimal 5 (lima) tahun penjara dan denda Rp 500.000.000,00. pada tanggal  23 November 2017 Berkas Perkara Penyidikan Tindak Pidana Keimigrasian yang diajukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Imigrasi dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Negeri Mimika kemudian pada tanggal 04 Desember 2017 dilanjutkan dengan penyerahan kedua tersangka dan barang bukti ke Kejari Mimika untuk diajukan ke proses persidangan

SHARE